Pengertian Tafsir, Jenis, serta Contoh Kitabnya
Artikel ini membahas tentang pengertian tafsir dalam
Islam, yang artinya membuka dan melahirkan makna. Tafsir juga diterangkan oleh
para ulama sebagai menjelaskan Al-Qur'an, memahami dan menjelaskan makna-makna
kitab Allah, mengungkapkan petunjuk, hukum, dan makna yang terkandung dalam
Al-Qur'an, serta menjelaskan ayat-ayat Al-Qur'an dengan lafazh yang menunjukkan
maknanya secara terang. Selain itu, artikel juga membahas tentang jenis-jenis
tafsir, seperti tafsir ibnu katsir, tafsir al-qurthubi, tafsir al-fakhr
al-razi, dan tafsir al-jalalayn. Setiap jenis tafsir memiliki metodologi dan
pendekatan yang berbeda dalam menjelaskan makna Al-Qur'an. Terakhir, artikel
ini juga memberikan beberapa contoh tafsir, seperti tafsir ayat Al-Qur'an
tentang kewajiban shalat, tafsir ayat tentang hukum riba, dan tafsir ayat
tentang hukum zakat. Jadi, Secara keseluruhan artikel ini menyediakan informasi
yang penting dan memadai tentang pengertian tafsir, jenis-jenis tafsir, dan
contohnya, sehingga membantu pembaca untuk memahami dan memahami tafsir secara
lebih mendalam.
Pengertian Tafsir
Menurut bahasa, tafsir bermakna untuk membuka dan
melahirkan makna. Definisi tafsir menurut para ulama adalah sebagai berikut:
- Menurut Al-Kilabi, tafsir adalah menjelaskan Al-Qur'an, menjelaskan maknanya, dan menjelaskan apa yang dikehendaki oleh nash-nya atau isyarat-isyaratnya atau tujuannya.
- Menurut Syekh Al-Jazairi, hakikat dari tafsir adalah menjelaskan kata-kata yang sulit dipahami oleh pendengar dengan mengungkapkan kata-kata sinonim atau makna yang lebih dekat, atau dengan mengungkapkan salah satu dari kata-kata tersebut.
- Menurut Az-Zakkasyi, tafsir adalah ilmu yang digunakan untuk memahami dan menjelaskan makna dari kitab Allah yang diterima oleh Rasulullah dan untuk menyimpulkan hukum dan hikmah dari isinya.
- Menurut Abu Hayyan, tafsir adalah ilmu tentang cara mengucapkan kata-kata dalam Al-Qur'an dan cara mengungkapkan petunjuk, hukum, dan makna yang terkandung di dalamnya.
- Menurut Al-Jurjani, pada dasarnya tafsir adalah membuka dan melahirkan makna. Dalam terminologi syariah, tafsir adalah menjelaskan makna ayat, urusannya, ceritanya, dan alasan ayat diterima, dengan kata-kata yang menunjukkannya dengan jelas.
Jenis - Jenis Tafsir Berdasarkan Sumber
Terdapat 3 jenis tafsir berdasarkan sumber menurut para ulama, yakni sebagai berikut :
1. Tafsir Bil Matsur
Tafsir Bil Ma’tsur adalah cara menafsirkan ayat Al-Qur'an dengan mengacu pada sumber seperti nash Al-Qur'an, sunnah Rasulullah saw, pendapat sahabat, atau perkataan tabi’in. Ini meliputi cara menafsirkan ayat Al-Qur'an dengan menggunakan ayat Al-Qur'an, sunnah, pendapat para sahabat, atau perkataan para tabi’in.
a. Menafsirkan Al-Qur'an dengan Al-Qur'an:
Contohnya sebagaimana dalam surat Al-Hajj ayat 30, "Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, kecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya..." Kata "diterangkan kepadamu" (illa ma yutla 'alaikum) diterjemahkan dengan surat al-Maidah ayat 3, "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah."
b. Menafsirkan Al-Qur'an dengan Sunnah/Hadits:
Contoh surat Al-An'am ayat 82, "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan dan mereka orang-orang yang mendapat petunjuk." Kata "al-zulm" dalam ayat tersebut diterangkan oleh Rasul Allah saw dengan pengertian "al-syirk" (kemusyrikan).
c. Menafsirkan Al-Qur'an dengan pendapat para sahabat:
Contoh surat an-Nisa' ayat 2, yang diterangkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Halim dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, "Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah baligh) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar." Kata "hubb" diterjemahkan oleh Ibnu Abbas dengan "dosa besar."
d. Menafsirkan Al-Qur'an berdasarkan pandangan para Tabi'in:
Sebagaimana penafsiran surat Al-Fatihah:
Penafsiran Mujahid bin Jabbar tentang ayat Shiraat
al-Mustaqim yang bermakna kebenaran.
Contoh Kitab Tafsir bil Matsur
Adapun Contoh dari kitab-kitab tafsir bil matsur ialah sebagai berikut :
- Jami al-bayan fi tafsir Al-Qur'an oleh Muhammad B. Jarir al-Thabari, tahun 310 H, terkenal dengan tafsir Thabari.
- Bahr al-Ulum oleh Nasr b. Muhammad al-Samarqandi, tahun 373 H, terkenal dengan tafsir al-Samarqandi.
- Ma'alim al-Tanzil oleh Al-Husayn bin Mas'ud al Baghawi, wafat tahun 510, terkenal dengan tafsir al Baghawi.
2. Tafsir Berdasarkan Rasionalitas (Bir Ra'i)
Ini adalah penafsiran Al-Qur'an berdasarkan pemikiran
rasionalitas (ar-ra'yu) dan pengetahuan empiris (ad-dirayah). Tafsir jenis ini
mengandalkan kemampuan "ijtihad" dari seorang mufassir, dan tidak
didasarkan pada adanya riwayat-riwayat (ar-riwayat). Selain itu, mufassir harus
memiliki kemampuan dalam bahasa, retorika, etimologi, yurisprudensi, dan
pengetahuan tentang hal-hal yang berhubungan dengan wahyu dan aspek-aspek lain
yang menjadi pertimbangan bagi para mufassir.
Contoh surat al-Alaq: 2
"Khalaqal insaana min 'alaq"
Kata "alaq" di sini diberikan makna dengan
bentuk jamak dari lafaz "alaqah" yang berarti segumpal darah yang
kental
a. Tafsir Terpuji (Mahmud)
Penafsiran yang sesuai dengan tujuan syar'i, jauh dari
kesalahan dan kesesatan, sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Arab, dan berpegang
teguh pada ushlub-ushlubnya dalam memahami nash Al-Qur'an.
b. Tafsir Al-Bathil Al-Madzmum
Penafsiran berdasarkan hawa nafsu, yang berdiri di atas kebodohan dan kesesatan. Jika seseorang tidak memahami kaidah-kaidah bahasa Arab dan tujuan syara', maka mereka akan jatuh dalam kesesatan dan pendapat mereka tidak dapat menjadi acuan.
Contoh Kiab Tafsir bil Ra'yi :
- Mafatih al-Ghayb, Karya Muhammad bin Umar bin al-Husain al Razy, wafat tahun 606, terkenal dengan tafsir al Razy.
- Anwar al-Tanzil wa asrar al-Ta'wil, Karya 'Abd Allah bin Umar al-Baydhawi, wafat pada tahun 685, terkenal dengan tafsir al-Baydhawi.
- Aal-Siraj al-Munir, Karya Muhammad al-Sharbini al Khatib, wafat tahun 977, terkenal dengan tafsir al Khatib."
3. Tafsir Bil Isyari
Tafsir bil Isyari adalah sebuah penafsiran dimana ayat-ayat dalam Al-Qur'an diterjemahkan tidak berdasarkan makna literalnya, tetapi dengan mengkombinasikan antara makna yang literal dan makna yang tersembunyi.
Contoh:
"...Innallaha ya`murukum an tadzbahuu
baqarah..."
Makna LITERAL ayat ini adalah "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina..." Namun dalam tafsir Isyari, ayat ini diterjemahkan sebagai "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih nafsu hewaniah..."
Contoh dalam sebuah kisah:
"Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di
antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi
Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami."
Penjelasan: Allah memberikan ilmu-Nya kepada Khidhir tanpa melalui proses belajar seperti yang dilakukan oleh manusia biasa. Ia memperoleh ilmu karena kepatuhan dan kebajikan-Nya. Ia jauh dari dosa dan maksiat. Ia senantiasa dekat dengan Allah. Karena kesuciannya, Khidhir diberikan ilmu dari sisi Allah yang disebut ilmu ladunni melalui pendekatan hati atau perasaan.
Contoh buku-buku Tafsir Bil Isyari:
- Tafsir al-Qur'an al Karim karya Sahl bin 'Abd. Allah al-Tastari, yang dikenal dengan tafsir al Tastari.
- Haqa'iq al-Tafsir karya Abu Abd. Al-Rahman al-Salmi, yang dikenal dengan Tafsir al-Salmi.
- Tafsir Ibn 'Arabi karya Muhyi al-Din bin 'Arabi, yang dikenal dengan tafsir Ibn 'Arabi."
Komentar
Posting Komentar
Morals Are Your Honor